Kajian Awal Tentang Kondisi Petani Kediri Dalam Jeratan Rantai Distribusi Pangan Global Semasa Pandemi

Fian Indonesia bersama dengan Jaringan Global untuk Hak atas Pangan dan Gizi di Indonesia (Global Network for the Right to Food and Nutrition atau GNRTFN) telah mengidentifikasi beragam dampak yang muncul akibat pandemi Covid-19, termasuk respon pemerintah terhadap dampak-dampak tersebut. Salah satu kondisi krusial yang mengemuka adalah terguncangnya sistem pangan karena pengabaian pada beragam kendala yang melingkupi produsen pangan jauh sebelum pandemi muncul. Semisal masalah ketergantungan produsen pangan kecil pada industri pertanian dan
agribisnis pangan yang menyebabkan nilai tukar petani di Indonesia selalu rendah. Apa yang didapatkan oleh petani, terutama tanaman pangan, selalu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Karena kondisi ini tidak pernah terkoreksi, maka sebagai akibatnya, bukan hanya kerentanan produsen pangan, tapi efek ini berantai sampai pada kejadian kematian karena kelaparan pada konsumen pangan perkotaan yang miskin dan kehilangan pekerjaan semasa pandemi. Di tengah situasi inilah, pemahaman tentang bagaimana rantai pasok pangan yang panjang karena perdagangan ekspor sesungguhnya mendudukkan posisi produsen pangan dan konsumennya, menjadi penting untuk diperiksa kembali.

Bekerjasama dengan JKPP dan Oxfam dalam kerangka menegakkan hak atas pangan, kajian ini dilaksanakan untuk mengisi informasi dan pemahaman baru tentang implikasi dari kondisi pandemi terhadap pemenuhan hak atas pangan dan gizi. Tentu saja, gambar besar dari hulu ke hilir sistem pangan kita berperan secara politik, ekonomi dan budaya dalam menentukan keberlanjutan kehidupan yang berkeadilan. Pada titik itulah, kajian awal ini berusaha memberikan kontribusi. Kajian tersebut dapat diunduh disini.